“….Kamu Berhak Bahagia dengan Caramu Sendiri…”
.
“Sadarilah bahwa kamu adalah wanita yang hebat. Kesendirian ini bukan penentu bahwa kamu tidak bisa memilikinya. Lupakan semua perkataan mereka yang menganggap jika kamu telah melewatkan kenikmatan dunia. Sungguh, kamu berhak bahagia dengan caramu sendiri. Pertahankanlah prinsipmu yang telah terbingkai dengan kokoh, yaitu tentang tidak memulai sebuah hubungan yang tidak halal. Tinggalkanlah hubungan itu atau ridho dari-Nya akan meninggalkanmu. Sulit? memang. Karena surga itu bukan murah.” (Karenanya jangan datang padaku jika kamu hanya berniat main-main, jangan! Kamu paham?)
••••
(Dalam Buku “Ketetapan Terindah.”)
.
Panji Ramdana 2017
@melodydalampuisi

“ Rindu mungkin menyakitkan, namun rasa ‘itu’ sangat dibutuhkan ”

—    mufidah

Rindu untuk bunda

Rindu bertabur dihati, 

hingga air mata tak mampu terbendung kala pikiran mengajak untuk mengenang memori tentang kita. 

satu per satu, bayangan indah akan dirimu, hadir

satu per satu, kalimat-kalimat mu terngiang ditelingaku

lagi, air mata tak mampu tebendung

aku tak kuasa berbuat apa-apa

jarak memisahkan kita, hingga untuk menatapmu aku tak sangup

jarak ini semakin membuat rindu semakin tak terbendung

Namun, dibalik ketidakmampuan ku untuk meluapkan rindu ini

tuhan berikan aku jalan,

ku teringat sebua kata “DOA”.

dalam malam yang panjang, kuluapkan segala kisa kepada Nya, Sang Pemilik hati

“DOA” mungkin hal yang tak berwujud, tapi entah mengapa cara ini mampu untuk menghapus rindu.

*Untukmu Bunda* :’(

29-9-2016

mufidah

“Take the picture, save the moment”
-
Terima kasih banyak dr.Natsir Akil Sp.PDKR atas ilmu, bimbingan dan nasehatnya,sehat dan sukses selalu dok.😀
RSUD Kanudjoso Balikpapan, 8 - 13 Agustus 2016
-
Melihat dan belajar dengan beliau di poli reumatologi membuat saya belajar banyak hal, salah satu nya bagaimana komunikasi interpersonal yang baik antar dokter-pasien dapat tercipta.
-
Stase Reumatologi

#throwback #medlife #medical #medstuden #coasslife #rheumatology
#internamedicine

..“dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”..
-
Saat langkah kaki mulai berat, semangat mulai pudar, rasa ikhlas beranjak pergi, niatan baik mulai beralih, rasa ragu silih berganti
-
Saatnya berhenti sejenak, menenangkan hati, memupuk semangat, menyusun kembali niatan-niatan hati,
-
Ayat ini adalah salah satu dari sekian banyak motivasi, semoga perjuangan ini tetap pada niatan Baik, tetap diiringi keikhlasan 🌌

-30 Juli 2016, 03:41-

Hari bahagia

Hari ini menjadi momen bahagia bagi setiap manusia. Saatnya kembali fitri, kembali suci, tangan yang saling berjabat, mata yang saling bertatap, mulut yang berucap; maaf yang terlontar. Hati yang hadir penuh kedamaian. Siapa yang tak merindukan setiap detiknya yang begitu berharga. setiap detik begitu terasa hangatnya. Berkumpul bersama mereka, bercengkrama tentang segala kisah. Tawa dan canda, itu yang hadir disetiap wajah mereka, terkadang ada tetesan air mata yang jatuh warnai hari itu. Itu adalah air mata kebahagiaan, bahagia dapat mengungkapkan maaf, bahagia karena bisa berkumpul bersama.

Namun, hari bahagia tentu tak semua berbahagia. Bukan karena tak senang akan datangnya hari itu. Hanya saja, ada tangan disana yang tak bisa dicium seraya mengucap maaf,
ada mata yang tak lagi dapat dipandang saat bercengkrama,
Ada tubuh disana, yang tak bisa didekap hangat saat diri memohon maaf.

Meskipun jarak membentang, walaupun raga tak mampu bertemu, sekalipun ada rasa bahagia yang berbatas,

Setidaknya syukurilah,
ada suara & untaian kata yang masih dapat terdengar dari mereka, yang dapat menjadi obat sekaligus penghapus rindu.

-untuk mereka yang belum bisa berkumpul dengan keluarga terkasih-

Tetap senyum dan bahagia 😊

Ditulis: samarinda, 7 Juli 2016

satukatasaturasa:

Kesunyian ini Bersuara

Tiba-tiba kesunyian ini bersuara, dari mulutnya, keluar suara derik-derik jangkrik, sesekali, melolong seperti anjing yang tercekik. Lalu, semuanya berubah, tak lagi menjadi pelengkapnya rindu yang hanya kita pahami sendiri. Selebihnya, hanya denyut-denyut nyeri yang taklid pada sepi. Kesunyian ini menuliskan puisi dengan jemari yang gemetar, sebab kata-kata hanyalah tumpukan penantian yang menjelma kepedihan. Di dinding-dinding yang hening, kita hanya mampu membaca selarik puisi, namun nyerinya menyayat nadi sendiri. Dan pada purnama ke-duabelas, ternyata, kita masih saling mencintai, namun masing-masing dari kita, hanya mampu memeluk sunyi sendiri-sendiri.

Belitung, 16 September 2014

Kesunyian ini Bersuara
Penulis : satukatasaturasa
Twitter : @sepotongsenja_

Suara : Mufidah Tahir
Twitter : @fiidaa_
Tumblr : mufidahtahir
Backsound: Mozart Season - Greensleeves

Hallo , Apakabar @satukatasaturasa . Lama banget nggak bacain puisi @satukatasaturasa , dengerin puisi2 yang sebelumnya jadi pengen buat rekaman puisi lagi, tapi sayangnya belum ada waktu :(